Tampilkan postingan dengan label ceracauku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceracauku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2016

Cerita Malam Tirakatan



Hemmm, sudah lama tak menengok ‘rumah maya’ ini. Dan sekalinya nengok kok malah mau curhat. Huuu, dasar emak-emak lagi baper ya gini ini, hehe.

Pertama-tama, MERDEKA! Dirgahayu untuk negeri tercinta Indonesia Raya. Semoga di usia yang kian renta ini, kita tidak lagi membuat ibu pertiwi menangis. Mengingat sekarang banyak sekali anak bangsa yang kian melenceng dari dari budaya ketimuran dan melupakan norma-norma.

Bicara soal hari kemerdekaan tentunya kita tak lepas dari yang namanya lomba. Tiap kampung pasti ada lomba, baik untuk anak-anak maupun ibu-ibu. Jarang ya, lomba untuk bapak-bapaknya. Kalau jaman aku kecil dulu pernah lihat bapak ikut lomba sepak bola berkostum dasternya emak. 

Kamis, 15 Oktober 2015

I'm Come Back


gambar dicomot dari sini
Memandanginya dari luar. Sungguh kotor dan berdebu. Rumput-rumput mulai tumbuh tinggi menjulang. Daun-daun kering berserakan terhempas angin. Rupanya aku sudah lama tak singgah di rumahku ini.

Kubuka pintu rumah dan kudapati udara pengap seakan beradu ingin segera melarikan diri dari rumah yang lama tak berpenghuni. Sarang laba-laba mulai bergantungan disetiap sudut langit-langit. Beberapa koloni kecoa tampak senang berlarian di lantai yang tak lagi licin. Uhg, itu sangat menjijikkan!


Kamis, 21 November 2013

Oleh-Oleh #Kampus Fiksi Roadshow Solo

#Kampus Fiksi di Solo?
Pokoknya harus ikut!

Itulah tekadku begitu membaca pengumuman adanya #Kampus Fiksi Roadshow yang akan diadakan di toko buku Toga Mas Solo. Berhubung dulu pernah mendaftar #Kampus Fiksi yang reguler dan tentu saja tidak lolos! (ayeee, bangga bener tidak lolos :D), maka demi apa pun aku harus ikut #Kampus Fiksi yang di Solo ini. Mulailah aku mengirim persyaratan pendaftarannya melalui email.Syaratnya mudah. Calon peserta hanya disuruh untuk mengirim surat pernyataan kesanggupan mengikuti acara yang ditempeli materai dan ditandatangani, kemudian discan, dan selesai. Syaratnya memang tak seribet ketika mendaftar #Kampus Fiksi yang reguler, yang diharuskan membuat cerpen dan diseleksi.

Tak butuh waktu lama, hanya selang sehari dari pengiriman email, pihak Diva Press memberikan balasan lewat email pula bahwa aku menjadi salah satu peserta #Kampus Fiksi Roadshow di Solo. Alhamdulillah. Padahal sempat takut tidak kebagian seat, karena aku telat tahu pengumumannya.


Setelah kepastian diterimanya diriku sebagai peserta, mulai deh aku melancarkan rayuan maut untuk suamiku, agar si Mas bersedia mengantar istrinya yang cantik jelita dan tak bisa naik motor ini pada hari H nanti. Maklum, kalau tidak dipesan duluan, si Mas-nya jadwal sangat padet seperti roti bantet :D


Sabtu, 07 September 2013

Sejenak Kehilanganmu


Ini dia penampakan lelaki kecil saya :)
Kemarin menjelang maghrib, saya dibuat bingung tujuh keliling oleh lelaki kecil saya. Pasalnya, dia ngilang tiba-tiba. Pas waktu maghrib pula. Duhhh, mendadak hati jadi kebat-kebit takut lelaki kecil saya digondol kolong wewe seperti yang sering dipercaya orang tua zaman dulu. Itulah mengapa orang tua zaman dulu sering melarang anak-anak main di luar rumah waktu maghrib. Konon katanya sih banyak kolong wewe yang menculik anak-anak. Hiiyyy, serem. Amit-amit. Kalau zaman sekarang mungkin si kolong wewenya ya yang takut, secara dimana-mana lampu menerangi jalan-jalan desa. Tapi tetep aja dong, sebagai seorang ibu, rasa takut kehilangan itu tetap ada.

Sebenarnya saya juga yang lengah. Waktu itu saya sedang berada di kamar, tengah bersiap-siap melaksanakan sholat maghrib. Tiba-tiba lelaki kecil saya membuka pintu kamar dan keluar. Biasanya sih kalau dia keluar begitu, dia mau ikut Mbah Uti-nya ke masjid.

Jumat, 06 September 2013

Sebelum Usia 30 Tahun



gambar diambil semena-mena dari sini

Hidup harus dijalani dengan legowo, tapi bukan berarti lantas tak melakukan apapun!

Ya, mungkin itulah yang menjadi salah satu ‘kalimat andalan’ saat diri ini mulai lelah dengan situasi yang kadang membuat pikiran ruwet dan semrawut. Setelah saya bersusah payah melakukan sesuatu, namun hasilnya ‘nol besar’, sehingga tak dipungkiri rasa kecewa, marah, atau sebentuk caci maki keluar dari bibir manis ini. Nah, di saat itulah biasanya saya berusaha bersikap legowo dengan berpikir lebih jauh bahwa manusia itu hanya bisa berusaha dan berdoa. Selanjutnya, tetap Allah yang menentukan segalanya. Tapi yang sering saya tekankan pada diri sendiri, bahwa sikap legowo itu bukan berarti saya lantas menyerah untuk usaha-usaha selanjutnya. Bukankah ada banyak jalan menuju ke Roma?
*Ah, terlalu kepanjangan prolog, kayaknya :D


Selasa, 03 September 2013

Bukan Obral Nomor, Lho Ya...!



Sudah lumayan lama suami merintis usaha secara online. Awalnya dia menjual nomor-nomor cantik yang sama cantiknya seperti istrinya ini, tapi akhirnya beberapa waktu terakhir barang-barang jualannya beralih ke produk-produk kecantikan dan herbal. Bukan hanya melayani orderan luar kota, namun juga merambah ke orderan dalam kota. Dan hebatnya, pesanan-pesanan itu diantarnya. Jarang-jarang lho ada penjual online yang mau diajak cod'an.

Melihat prospek yang begitu menggiurkan ini (halah, bahasanya), aku pun tertarik ikut membantu suami jualan via online. Aku mulai mengikuti jejaknya menawarkan produk-produk yang sekiranya laris di pasaran. Awalnya sih, nggak ada yang nyantol. Kebanyakan cuma pada nanya-nanya doang. Sebel? Nggak sih. Tapi kecewa iya, hehe. Tapi tetep dong pasang iklan terus, orang namanya juga jualan. Dan Alhamdulillah, satu-dua-tiga orderan mulai masuk. Yes, setidaknya itu bisa mendongkrak pundi-pundi keluarga kami. :D

Jumat, 31 Mei 2013

Segenggam Semangat Di Pagi Hari


Tak terasa waktu telah menumbuhkanmu,
Dan kau pun menjelma menjadi sosok yang selalu menggemaskan, anakku ...  

Sebagai orang tua, kadang kita tidak menyadari perkembangan demi perkembangan apa yang tengah dialami oleh buah hati kita. Entah itu dari kelucuan, kepintaran, atau mungkin hal-hal kecil yang bahkan terlewat dari perhatian kita. Namun seringkali ketika sesuatu yang dianggap 'wah' itu muncul pada diri buah hati kita, sontak kita akan terkejut sekaligus bahagia, atau bahkan terharu dengan perkembangan itu.

Rabu, 13 Maret 2013

Sabar Itu Indah ^_^

Tak selamanya menunggu itu membosankan. Menunggu bisa memberikan salah satu pelajaran untuk kita petik hikmahnya. Salah satunya adalah pelajaran untuk bersabar. Dan sesungguhnya orang-orang yang sabar adalah orang-orang yang pantatnya lebar disayang Allah :D

Menunggu dan bersabar. Ya, setidaknya itulah kalimat yang tepat ditujukan untuk semua penulis dalam buku antologi terbaru yang insya Allah akan terbit akhir bulan ini.

Sungguh di luar dugaan kalau naskah yang diberi judul "Si Jola - Catatan Jomblo Gila" ini akhirnya bisa diterima di penerbit Dee Tens (Diva Press). Bukan waktu yang singkat untuk menunggu naskah ini terbit. Pasalnya, sejak naskah ini dikumpulkan dari hasil lomba cerpen komedi tahun 2011, beberapa kali Mas Aji (Uncle DAS) - Pendiri Grup UNSA - telah mengirimkan naskah itu ke beberapa penerbit mayor. Tapi berulangkali penolakan itu diterima. Bukan tak mungkin kalau ada beberapa penulis yang kemudian menarik naskahnya karena sudah mulai jenuh menunggu. Hingga akhirnya, naskah yang berjumlah 21 itu menyusut  menjadi 15 naskah saja.

Jumat, 01 Maret 2013

Tolong Hargailah ...!

Situasi I

Budi pulang sekolah. Dia menunjukkan hasil ulangan Matematikanya. Budi mendapatkan nilai 6.

“Ma, ini hasil ulangan Matematika Budi. Maaf Ma, Budi cuma mendapat nilai 6,″ ucap Budi takut-takut sambil menyodorkan selembar kertas kepada mamanya.

Mamanya meraih kertas itu. Alisnya berkerut. “Kamu itu ya, dari dulu sampai sekarang kok ya masih bodoh saja. Sia-sia Mama nyekolahin kamu. Soal mudah gitu aja ga bisa, malu-maluin mama saja!”

Mamanya marah. Dia lempar kertas ulangan itu ke muka Budi. Budi semakin takut. Dalam hati dia bertekad akan berlatih lebih giat lagi agar nilai ulangan Matematikanya next time bisa lebih baik.


* Situasi II

Budi pulang sekolah. Dia menunjukkan hasil ulangan Matematikanya. Budi mendapatkan nilai 8.

“Ma, ini hasil ulangan Matematika Budi. Budi seneng karena Budi berhasil mendapatkan nilai 8,″ ucap Budi dengan nada gembira. Berharap mamanya juga ikut senang atas prestasinya.

Mamanya meraih kertas itu. Alisnya berkerut. “Tumben kamu dapat nilai 8. Pasti kamu nyontek kerjaan temen yang jago Matematika, kan? Dasar anak malas.”


Senin, 25 Februari 2013

Rindu Permainan Tradisional

Di zaman yang serba canggih ini, kita jarang sekali bisa menemukan penjual mainan tradisional seperti semasa kita masih kecil dulu. Kalau dulu saya mengenal permainan dakon, gobak sodor, jelungan (petak umpet), bekel, maka di zaman ini kita lebih sering menjumpai berbagai macam permainan modern berbahan plastik, dengan warna yang mencolok, dan dapat dirakit-rakit sendiri. Atau kalau tidak, anak sekarang lebih suka menghabiskan waktu di depan komputer untuk memainkan games online. Ada juga yang lebih suka mengotak-atik HP, keren-nya lagi malah BB. Suatu barang permainan yang "WOW" menurut saya. :D

Tak ada untungnya memang kita membandingkan antara permainan tradisional dengan permainan modern, karena masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Tapi pernahkah hati kecil kita bertanya kemana hilangnya permainan tradisional sekarang ini? Tak lagi kita jumpai pedagang keliling yang menjual mainan rebana-rebananan atau kertas warna-warni yang dilipat-lipat. Seingat saya, dulu ada pedagang mainan keliling yang menjual mainan tradisional tersebut dengan cara barter. Barter? Ya, barter dengan barang rongsokan apapun yang kita punya. Mainan yang sering dibarter ya rebana-rebananan tadi.

Kamis, 27 Desember 2012

Aku Kejam...???

          "Kejam kamu!!"

     Itulah reaksi pertama yang keluar dari mulut nenekku saat aku beritahu kalau lelaki kecilku sudah kusapih dari dot-nya. Aku mengernyit heran. Kejam? Kenapa? Mendapat vonis kejam seperti itu, aku merasa diriku berubah layaknya monster yang siap menelan mangsa. Ada perasaan perih yang sedikit menggores hatiku. Benarkah aku sudah kejam terhadap anakku sendiri?
     
     Kejam itu kalau aku memukuli anakku sendiri. Kejam itu kalau aku tak memberi makan pada anakku. Kejam itu kalau aku tak lagi memberikan susu setelah kusapih dari dot-nya. Dan mungkin masih banyak hal-hal lain yang bersifat menyakiti atau membuat seorang anak terluka, yang lebih pantas untuk menyandang vonis kejam. Sedangkan aku? Aku belum pernah memukul anakku (dan  semoga tidak pernah), aku juga masih rutin memberinya makan, aku pun juga masih memberikan susu pada lelaki kecilku, meski sekarang media untuk minumnya bukan lagi di dot, melainkan di gelas / cangkir. Lalu aku dikatakan kejam darimana? Bahkan dengan penyapihan dot ini, bukan berarti aku mengurangi kasih sayang kepada lelaki kecilku.
          

Sabtu, 22 Desember 2012

Happy Mother Day


Seharian ini wall-wall di FB pada penuh dengan ucapan "Selamat Hari Ibu", "Happy Mother Day", atau yang sejenisnya. Apapun sebutannya, Ibu, Mama, Mommy, Mother, Ummi, atau Bunda, adalah sosok yang begitu berarti dalam kehidupan kita. Kalau aku sih terbiasa memanggil Ibu dengan sebutan Emak. Biar ndeso, tapi aku lebih menyukai panggilan itu. Bahkan keponakan dan anakku sendiri memanggil Ibuku dengan sebutan "Mak". :D

Kadang aku berpikir, apa sih yang sudah aku persembahkan buat Emakku? Dan kalau diingat-ingat sekaligus sesuai faktanya, aku merasa belum bisa memberikan sesuatu yang berharga buat Emak. Duh Mak... maafkan anakmu ini!

Senin, 24 September 2012

Aku Terlalu Lelah



Maaf hari ini aku menangis,
bukan karena cengeng,
bukan pula karena tak bersyukur
Semua karna ku terlalu lelah...

Lelah ini memenjara anganku
Lelah ini mencipta sedihku

Maaf jika kumenangis,
tuk mengurai duka
menghempaskan luka yang kian ternganga


Sabtu, 15 September 2012

Menua Itu Biasa...!



Tak terasa, ukuran seperempat abad usiaku kian bertambah. Jika di tahun lalu 1/4 abad + 1 tahun, kini telah berubah 1/4 abad + 2 tahun. Tak ubahnya seperti penjumlahan, berapapun penambahan itu pasti akan terasa bedanya.

27 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani hidup, tapi manusia hidup itu kan kepengennya ya panjang umur hingga bisa menikmati senja bersama pasangan, anak, dan cucu. Bahkan kalau boleh meminta, inginnya bisa menunggui sampai ke cicit. Tapi seberapa pun Allah akan memberikan usia kepadaku, aku hanya mampu mensyukurinya sebagai bentuk ucapan terima kasihku atas segala karunia yang dilimpahkan-Nya padaku.



Sabtu, 01 September 2012

Tetap 'Stay' Atau Berpetualang?

Kruyuk.... kruyuk... (hadeh, panggilan alam memanggil). Instingku berkata aku harus segera mencari ganjalan perut untuk memberi makan para cacing yang menghuni ususku. Drum sudah ditabuh, dan itu berarti saatnya makaaaaannn.... :D

Seperti biasanya, karena tak mau repot aku pun segera melesat ke minimarket berlogo "lebah mungil" untuk mencari sebungkus mie. Tak membutuhkan banyak waktu, dengan cekatan tanganku segera mengambil tiga bungkus mie yang biasanya kubeli. Dua untuk suamiku (maklum, cowok jatahnya lebih banyak) dan satu untukku. Tapi begitu sekilas aku perhatikan ada mie varian baru, aku mulai gamang. Melihat kemasannya yang menarik aku ingin mencobanya. Tapi lagi-lagi tanganku tak mengambilnya. Keinginan itu hanya sebatas keinginan tanpa tindakan nyata. Akhirnya yang kubawa ke kasir tetaplah mie yang biasanya kumakan.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Aku dan Kau

Tak terasa tiga tahun kita berlayar dalam 'biduk kecil' yang kau kemudikan. Banyak kita lalui suka-duka kehidupan yang kadang membuat kita terasa terhempas dalam ujian. Tawa dan tangis pun tak lelah mengiringi perjalanan kita. Namun dekapan kasihmu akan selalu membuatku merasa nyaman menyandarkan kepalaku di dadamu.

Duhai, kau belahan jiwaku... Maafkan aku jika ada kata yang sering menggores luka, lakuku yang sering membuatmu kecewa. Maaf, maaf... dan maaf hanya bisa kuucap kini.

Jumat, 03 Agustus 2012

Ketika Bocah Berceloteh

Tak terasa tepat di tanggal 19 Juli kemarin lelaki kecilku sudah genap berusia 2 tahun. Tahun dimana dikatakan seorang bocah mengalami masa-masa keemasan dalam perkembangan otaknya. Di masa-masa inilah seorang bocah mudah untuk dijejali dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Asal semua itu tak memberatkannya.

Sejak belajar bicara, sudah ketahuan kalau Abi (nama panggilan lelaki kecilku di rumah) punya bakat cerewet. Biasalah, keturunan dari emaknya... hehe *bangga* :D 
Dan setelah lancar bicara pun, kecerewetannya bertambah. Kosakatanya pun semakin banyak. Kurasa dia juga seorang pendengar yang baik. 

Nah, kemarin entah belajar dari mana tiba-tiba celotehnya membuat kami tertawa

Rabu, 25 Juli 2012

Nak, Tolong Beliin Mama Pulsa...!!!


Lagi, dan lagi! Sering sekali aku mendapat sms yang isinya minta dibelikan pulsa dengan versi yang hampir sama. Entah itu yang memakai sebutan "Papa" atau "Mama", hingga membawa-bawa kantor polisi segala. Intinya si pengirim sms minta agar nomornya diisi pulsa. Duileeehhh, emangnya gue conter HP! Para penipu yang suka memplagiat, halah :D

Karena sudah kebal dengan sms-sms yang seperti itu, aku sih fine-fine aja. Begitu ada sms serupa yang masuk, langsung DELETE sudah beres! Tapi yang perlu diwaspadai ketika si penipu memakai modus yang agak berbeda. Dan herannya, dia justru berani menelepon.

Pernah di suatu malam aku hampir saja percaya kalau si penelepon adalah temanku semasa SMA dulu. Rupanya si penipu sudah agak naik grade kepintarannya dengan memanfaatkan kondisi (calon) korban yang rata-rata tak menyadari ketika dia sudah (hampir) menjadi korban.

Begini kira-kira kejadiannya :

Jumat, 13 Juli 2012

Ketika Pena Menikahi Imajiku


Ada kalanya seseorang mengalami pasang surut dalam kehidupannya. Tak lepas juga diriku. Pasang surut itu seringkali membuat semangat terasa terbang melayang entah kemana. Termasuk semangat untuk menulis. Ibaratnya, jangankan untuk menulis, untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi pun kita membutuhkan energi dan pikiran. Tapi ada satu tulisanku - katakanlah sebagai janji, yang pernah kugoreskan untuk menyemangati diriku sendiri saat semangat menulis mulai menguap dari diri. Dan jika membaca kembali tulisan ini, aku mencoba untuk melecut diri. Bukankah janji memang harus dipenuhi, termasuk janji pada diri sendiri.


        

Kamis, 09 Februari 2012

Jalan-Jalan Dapat hadiah

Jalan Jalan Dapat Hadiah, Mau ? 
Semua Pasti Dapat Uang !!! AYO ceritakan pengalaman seru kamu ketika, mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia, menikmati kuliner dan Keanekaragaman seni budaya Bangsa Indonesia. 
Kamu-kamu berkesempatan mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 7.000.000 (Tujuh Juta Rupiah) hanya dengan mengirim sebuah tulisan. Jalan Jalan dapat hadiah merupakan program DPC 2012 (dieng plateau dot com) untuk memeriahkan pesona wisata di tanah air. 
Syarat : 
-Pelajar / Mahasiswa/ Umum. 
-Tidak dipungut biaya pendaftaran. 
-Mengirimkan sebuah cerita / petualangan seru (Tempat wisata, Kuliner, Budaya) beserta dokumentasi original. 
-Peserta lomba perorangan / bukan kelompok. 
-Tulisan yang dikirimkan berbahasa Indonesia, asli, bukan saduran ataupun terjemahan dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun sebelumnya. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya. -Judul bebas, sesuai dengan tema (Wisata atau Kuliner atau Seni & Budaya = Pilih Salah Satu). 
-Tulisan dikirim menggunakan format MS Word, dengan lampiran dokumentasi terpisah. 
-Karya dilengkapi biodata diri beserta foto terbaru (jika ada).