Jumat, 06 September 2013

Sebelum Usia 30 Tahun



gambar diambil semena-mena dari sini

Hidup harus dijalani dengan legowo, tapi bukan berarti lantas tak melakukan apapun!

Ya, mungkin itulah yang menjadi salah satu ‘kalimat andalan’ saat diri ini mulai lelah dengan situasi yang kadang membuat pikiran ruwet dan semrawut. Setelah saya bersusah payah melakukan sesuatu, namun hasilnya ‘nol besar’, sehingga tak dipungkiri rasa kecewa, marah, atau sebentuk caci maki keluar dari bibir manis ini. Nah, di saat itulah biasanya saya berusaha bersikap legowo dengan berpikir lebih jauh bahwa manusia itu hanya bisa berusaha dan berdoa. Selanjutnya, tetap Allah yang menentukan segalanya. Tapi yang sering saya tekankan pada diri sendiri, bahwa sikap legowo itu bukan berarti saya lantas menyerah untuk usaha-usaha selanjutnya. Bukankah ada banyak jalan menuju ke Roma?
*Ah, terlalu kepanjangan prolog, kayaknya :D


Oke, back to topic aja. Sesuai GA yang diadakan oleh Mbak Aida tentang apa sih hal-hal yang ingin kita capai sebelum berusia 30 tahun? Saya yang pada dasarnya seorang pemimpi ini tentu saja punya banyak hal yang ingin saya raih sebelum usia menginjak angka kepala tiga.
            
Heeemm, rupanya GA ini telah mengingatkan bahwa saya sudah tak muda lagi. Insya Allah, jika Allah memperkenankan, maka saya akan mencapai usia berkepala tiga itu 2 tahun lagi. Mungkin 2 tahun adalah waktu yang singkat untuk bisa meraih semua mimpi saya. Bahkan sangat singkat mungkin. Kenapa? Karena saya masih mau ini-mau itu, mau begini-mau begitu, dan jika diibaratkan, saya masih seperti anak kecil yang sering menunjuk ini-itu bila diajak jalan-jalan ke mall. Tapi sayangnya, saya tak punya Doraemon si kucing pintar dengan kantong ajaib, yang bisa mewujudkan mimpi dan keinginan saya. Saya hanya punya Allah. :)

Ada yang bilang, “Jangan takut untuk bermimpi karena tak sedikit orang sukses yang mengawali semuanya dari mimpi.” Hanya saja, ketika kita baru saja bermimpi, cepat bangun dan wujudkan mimpi itu!
           
Seperti yang sudah saya katakan di atas, bahwa saya masih punya banyak mimpi dan keinginan yang ingin saya raih sebelum usia saya memasuki ‘zona tiga puluh’.
 

1.Reparasi Diri

Saya muslimah. Saya berjilbab. Tapi sayang, saya selalu merasa belum sempurna dengan jilbab ini. Dan inilah yang ingin saya lakukan sebelum saya berusia 30 tahun, berjilbab dengan syar’i. Tidak harus memakai niqob, tapi cukup dengan pakaian longgar dan jilbab yang terulur menutupi dada. Secara selama ini, kadang saya masih tergoda untuk memakai celana dan jilbab ‘mungil’, meski jilbab itu sudah menutupi dada, tapi saya ingin lebih menyempurnakan perintah Allah yang satu ini.


2.Memberangkatkan Mertua Umrah

Kenapa mertua? Kenapa bukan orang tua saya sendiri? Tentu saya punya alasan sendiri, mengapa saya bercita-cita seperti ini. Saya begitu mencintai mertua saya, terutama ibu mertua (bukan berarti saya tidak mencintai orang tua saya sendiri), dan saya begitu ingin melihat mereka suatu saat nanti bisa menginjakkan kaki di Baitullah dengan uang saya dan suami. Saya hanya ingin menitip doa jika beliau bisa berangkat umrah. Saya ingin beliau mendoakan kehidupan rumah tangga saya dan suami agar tetap dieratkan sampai maut menjemput, juga doa agar Allah senantiasa melimpahkan rezeki kepada kami, sehingga kami bisa segera menyelesaikan tanggungan yang masih tersisa membebani pundak saya dan suami.

Boleh cerita sedikit ya. Beberapa waktu lalu di sebuah majlis yang kami ikuti, diadakan pengundian kupon umrah. Sembari menuliskan nama, saya terus saja berdoa di dalam hati, “Semoga saya yang beruntung mendapatkan kesempatan ini.” Terus saja hati saya memohon. Niat saya hanya satu, jika nama saya yang diambil, tanpa berpikir panjang saya akan melimpahkan keberuntungan itu kepada ibu mertua saya yang juga hadir di sana. Andai saya yang dapat, biar beliau saja yang berangkat. Tapi sayang, rupanya ada orang yang lebih beruntung dari kami. Di tengah perjalanan pulang, saya berbisik pada suami, “Padahal tadi jika saya yang dapat, saya akan menyerahkan kesempatan umrah itu untuk ibu.” Tak disangka, suami pun bilang kalau dia yang dapat, maka dia pun akan menyerahkan kesempatan itu untuk ibunya. Tapi yah, itu tadi. Mungkin Allah menginginkan cara lain. Mungkin saja Allah menginginkan saya dan suami membiayai umrah tersebut dengan biaya kami sendiri. 


3.Rumah Impian

Sudah empat tahun berumah tangga, tapi saya dan suami masih saja terlena menjadi benalu di rumah mertua. Bukan karena tak ada keinginan untuk memisahkan diri, bukan pula karena kami ‘anak mami’, selebihnya hanya karena faktor rezeki. Saya pun seperti wanita lainnya, ingin menjadi ratu di istana saya sendiri. Semoga, mimpi ini terwujud sebelum saya berusia 30 tahun. Aamiin.


4.Ingin Menerbitkan buku Solo

Sekarang sudah bulan September, dan saya belum menghasilkan apa-apa di tahun ini. Padahal di awal tahun kemarin saya beresolusi bahwa saya harus bisa menerbitkan buku Solo, minimal 1 buku saja di tahun ini. Tapi ternyata saya terlalu santai, sehingga saya masih senang berkutat dengan antologi dan menulis novel keroyokan. Menyadari kemampuan saya sendiri, boleh ya kalau akhirnya saya sedikit bersikap longgar pada diri saya sendiri. Tapi tetap dong, harus sudah punya buku solo sebelum usia 30 tahun nanti.
*Mbak Aida, bagi-bagi resep nulis ekspres-nya ya! :D


5.Ingin Memiliki Taman Baca

Dari dulu saya hobi membaca, membaca apapun. Bahkan sewaktu kecil, seringkali saya melarang ibu membuang kertas-kertas bekas bungkus tempe atau bungkus apapun hanya untuk saya jereng-jereng dan dibaca. Sewaktu sudah sekolah (SMP dan SMA), saya rela menyisihkan uang saku demi menyewa sebuah buku bacaan. Hampir setiap hari pula, sewaktu istirahat sekolah saya lebih senang berada di antara jajaran buku di rak perpustakaan sekolah daripada berdesak-desakan antri di kantin. Kebiasaan menyewa buku ini berlangsung ketika saya menempuh pendidikan D1 saya. Sampai-sampai teman yang saya datangi kos-nya, selalu menyebut saya kutu buku. Kebetulan kos teman saya itu dekat dengan tempat persewaan buku. Jadi jangan salahkan saya bila saya rajin mengunjungi teman saya itu hanya untuk mengantarkan saya ke tempat persewaan buku dan numpang baca di kamar mereka :D. Biar saja dibilang kutu buku, asal jangan dibilang kutuan aja, haha.

Nah, dari kesukaan saya membaca itulah saya ingin bisa memiliki sebuah taman baca, yang semoga bisa menjadi pemicu semangat buat anak-anak di kampung saya untuk lebih gemar membaca. Karena fenomena sekarang, anak masih SD saja pegangannya bukan majalah Bobo lagi, tapi gadget canggih yang kadang justru membuat mereka dewasa sebelum waktunya. Miris. Semoga saja, setelah mimpi-mimpi saya di atas, saya juga bisa mewujudkan mimpi saya yang satu ini. Aamiin.


Tuh kan, lumayan banyak kan daftar keinginan saya sebelum usia 30 tahun? Untuk itulah saya tak ingin menyerah dengan keadaan. Saya tak tahu kapan Allah akan mengirimkan malaikat mautnya pada saya. Saya tak tahu kapan Allah tak lagi mengizinkan saya bernafas. Dan saya pun juga tak tahu kapan Allah akan menghentikan detak jantung saya. Bukan ngoyo, tapi saya harus berusaha untuk mewujudkan apa yang saya inginkan. Bila toh nanti Allah belum menghendakiNya, kembali seperti apa yang saya tuliskan di awal, saya pun harus bisa bersikap legowo.

Cukup sekian dulu ya, semoga Mbak Aida-nya nggak bosan baca tulisan gaje punya saya ini. Saya hanya ingin mengungkapkan apa yang ingin saya capai, dan berharap pula akan ada banyak pembaca yang akan mengaminkan apa yang saya tulis ini. :)



  
*Tulisan ini diikutkan pada GA Mbak Aida yang infonya ada di sini 

8 komentar:

  1. Berdecak kagum. SubhanAllah...impiannya Mba moga terkabul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. aamiin.. ya Robb... Terima kasih doanya, Mbak.

      Hapus
  2. Just go with it. Part of nerbitin buku solo adalah impian para penulis. Semoga tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Sayangnya, kita sering malas untuk keinginan yang satu ini. Baru mau nulis,ehhh... malah buka FB. haha

      Hapus
  3. Aamiin...semoga harapannya terwujud, ya.
    Salam kenal dan semoga sukses untuk GA-nya, mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah bersedia berkunjung ke rumah saya dan salam kenal juga Mbak. :)

      Hapus
  4. aminnnn...semoga terwujud
    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mbak. Salam kenal juga :)

      Hapus